Bakoel Camilan, Angkat Derajat Makanan Tradisional

Posted by on Oct 6, 2013 in Slider, Tips Bisnis | 0 comments

Bakoel Camilan, Angkat Derajat Makanan Tradisional

Pertengahan Agustus kemarin, bisnis camilan tradisional yang saya rintis dimuat di Tabloid Nova edisi 1330/XXVI yang terbit 19-25 Agustus 2013. Sangat senang dan suprise ketika suatu hari saya menerima telepon dari wartawan Nova. Puji syukur tidak henti saya panjatkan karena berita gembira ini. Siapa sih yang tidak ingin diliput tabloid yang cukup ngetop dan dibaca oleh para wanita di seluruh Indonesia. Pak Henry yang mewawancarai saya ternyata menemukan website saya ketika sedang searching di Google untuk mencari bisnis online. Tidak sia-sia saya belajar Ilmu SEO dan Design Website karena berkat ilmu inilah website saya ditemukan. Inilah cuplikan wawancara saya yang dimuat di Nova:

Ingin mengangkat derajat camilan tradisional, Nina Evawaty membuka toko online, namanya www.BakoelCamilan.com. “Saya prihatin karena camilan tradisional masih kalah bersaing dengan camilan modern, baik secara kualitas maupun kemasan” kisah Nina.

Menurut Nina, masih cukup banyak camilan tradisional kita yang dibuat dengan tidak mempertimbangkan kualitas produk. Salah satu contoh adalah dari pengalaman Nina sendiri. “Saya kan alergi minyak dan penyedap, jadi tidak bisa jajan sembarangan. Jika minyak yang digunakan bukan kualitas bagus atau jajanannya mengandung penyedap, saya pasti langsung radang tenggorokan. Saya yakin, pasti ada orangn yang bermasalah seperti saya,” kisah Nina.

Itu sebabnya Nina ingin membuat camilan yang sehat. Keinginannya tidak terbendung usai mengikuti Enterpreneurs Camp (Ecamp). Ia pun langsung survei ke berbagai supermarket untuk melihat berbagai kemasan jajanan.”Bahkan, sampai saya foto. Selama sebulan, saya kursus survei kemasan. Dari situ saya ingin membuat sebuah kemasan yang menarik. Orang akan merasa bangga dengan membawa kemasan itu,” katanya yang membuat desain elegan untuk produknya. Ia bekerja sama dengan desainer dari Bandung.

Semula perempuan asal Madura ini memilih camilan dari Jawa Timur, sekaligus ingin mengangkat camilan dari kampung halamannya. Salah satunya adalah kacang lorjuk, yaitu kacang yang dicampur dengan lorjuk, hewan laut yang rasanya gurih. “Rasa kacangnya pun bertambah gurih. Sebelumnya, saya uji coba ke teman-teman kantor,” kata karyawan sebuah perusahaan Telekomunikasi ini.

Ternyata respon teman-teman cukup bagus. Makin mantaplah Nina memulai usaha. Tanggal 2 Januari 2012 bertepatan dengan hari ulang tahun ayahandanya H.R. Sukardhy Asmaradihardja lahirlah Bakoel Camilan melalui media online dan social media. “Saya memilih toko online karena tidak perlu modal banyak. Saya tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membuka toko dan biaya operasional lainnya. Modal bisa saya gunakan untuk biaya produksi dan menggaji asisten”.

Nina bekerja sama dengan berapa perajin di daerah. Tentu saja, ia menawarkan konsep jajanan yang berkualitas tadi. Rupanya banyak pihak yang bersedia bekerja sama . Hingga sekarang, Nina sudah menawarkan 20-an produk. Antara lain berupa kerupuk ikan gabus, rengginang lorjuk, kerupuk ikan wayus, kerupuk teripang, dan masih banyak yg lainnya. Harganya bervariasi mulai dari Rp 15 ribu satu kemasan sampai Rp 20 ribu. Bahkan ia juga menyediakan sambal goreng teri yang dijual Rp 27.500. “Diantara sekian produk, best seller-nya antara lain kerupuk ikan wayus”.

Nina mengakui awalnya tidak mudah memperkenalkan produknya. “Saya perlu mengedukasi pasar. Saya kerap membuka stan di acara seminar entrepreneur, acara festival jajanan, dan ikut bazar di Deplu dan komunitas Tangan Di Atas. Lama kelamaan usaha saya membuahkan hasil”, ujar Nina yang mengaku punya pelanggan tetap.

Nina juga terus berusaha agar toko online-nya dilirik orang. “Saya belajar ilmu oprimasi untuk mesin pencari. Jadi jika ada orang mencari camilan sehat atau jajanan, web saya bisa tampil di halaman pertama. Cara ini ternyata efektif. Makanya saya enggak perlu membayar jasa advertising,” kata Nina yang juga rajin berpromosi lewat FB, twitter, BBM.

Jelang Lebaran lalu, Nina juga menawarkan paket jajanan tradisional. Ternyata peminatnya cukup bagus. Ia bisa kirim sampai lebih dari 100 paket. Tak berhenti sampai di sini, Nina ingin lebih mengembangkan usahanya dengan menjual jajanan dari berbagai daerah Nusantara. “Saya sedang survei untuk pengembangan produk”, katanya.

468 ad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

Read previous post:
heart-burn-gerd-400x400
Menyembuhkan Maag/GERD dengan Kencur

Jika perut anda sering kembung, mual bahkan sampai muntah atau dada terasa panas dan sesak serta sering radang tenggorokan itu...

Close