Berobat Kanker di Singapura

Posted by on Jan 12, 2015 in Artikel, Kesehatan | 6 comments

Berobat Kanker di Singapura

Akhir Januari 2014 ketika saya sedang bertugas di Jayapura, adik saya mengirimkan pesan singkat via BBM bahwa istrinya didiagnosa kanker payudara. Saat itu rasanya seperti disambar petir karena dari pihak kelauarga saya maupun keluarga ipar saya tidak ada riwayat penyakit kanker. Meskipun yang terkena adik ipar, karena hubungan kekeluargaan yang kuat maka adik ipar seperti adik kandung bagi saya sekeluarga jadi kami sekeluarga sangat prihatin dan mulai mencari informasi pengobatan. Saat itu adik baru 2 minggu menjalani operasi pengangkatan tumor di sebuah RS swasta di Cinere. Pada saat itu dokter menyatakan bahwa benjolan di payudara adik saya adalah tumor. Namun 2 minggu kemudian diberitahu bahwa hasil pemeriksaan jaringan patologi menunjukkan kanker stadium 2.

Breast Care NUH

Breast Care NUH

Ruang tunggu di lantai 8

Ruang tunggu di lantai 8

Saya mulai melakukan pencarian informasi di google dan teman-teman. Akhirnya dapat informasi dari teman kakak yang sakit kanker usus untuk berobat di National University Hospital (NUH) Singapore. Keputusan berobat di Singapore karena pengalaman saya pribadi dan keluarga adik ipar yang selalu kecewa dengan pengobatan di Rumah Sakit di Jakarta. Saya mulai mencari dokter untuk Breast Care, pada saat itu menjelang Imlek info dari teman yang di Singapore bahwa saat saya ke sana di sana pada saat Liburan Imlek. Dari semua dokter yang ada sebagian besar Chinese sehingga mereka pasti sedang libur, akhirnya dipilihkan Shaik Ahmad Buhari yang merupakan Senior Consultant dan berpengalaman di Inggris Raya (United Kingdom). Kenapa kami buru-buru harus berangkat ke Singapura karena pada saat itu dokter di Jakarta mengatakan bahwa kanker cepat penjalarannya sehingga harus dilakukan tindakan. Setelah dapat dokter saya menghubungi bagian pelayanan Internasional di RS via email dan telepon untuk pendaftaran ke Dr. Shaik.

Kami mengambil penerbangan paling pagi ke Singapura, sampai di hotel kami masih belum bisa check in sehingga kami hanya menitipkan koper dan langsung ke Rumah Sakit. Kami tinggal di V Hotel Lavender yang sudah menjadi langganan kami, karena hotel ini mudah diakses dan untuk makan juga mudah Jarak antara Hotel dan RS cukup jauh karena RS berada di daerah 5 Lower Kent Ridge Rd, Singapore 119074, daerah West Coast. Waktu itu kami langsung membawa barang banyak karena kami berpikir akan langsung melakukan operasi. Jadwal Dr. Shaik pada saat itu jam 15.00, Dr. Shaik sangat ramah dan fasih berbicara bahasa Indonesia karena banyak pasiennya dari Indonesia. Di RS saya baru tahu kalau adik saya pada saat dioperasi di Jakarta tidak dilakukan mammogram dan USG untuk mengetahui besar benjolan, sehingga pada saat di mammo dan USG di NUH sudah tidak kelihatan apa-apa. Surat dari dokter patologi hanya menyebutkan ukuran kanker dan menyebutkan bahwa analisis detail belum selesai. Sehingga dokter meminta kami untuk membawa block dari hasil operasi dan surat dari dokter patologi.
Akhirnya kami kembali ke Jakarta untuk mengurus surat dari dokter patologi untuk data:
1. Margin
2. Size of tumour
3. Slide (x2)
4. ER/PR/Hev2

Setelah mendapat surat dari patologi yang sudah saya email lebih dulu ke Dr. Shaik dan diputuskan minggu depannya akan dioperasi. Hari Senin 10 Februari 2014 pagi kami kembali ke Singapura dan akan melakukan pemeriksaan jam 15.30 di lantai 8 NUH. Hari itu dilakukan untuk pemeriksaan lebih detail dan melakukan pembayaran biaya operasi sebesar 8,500 $S + biaya pemeriksaan dokter Shaik sebesar S$ 98 (diskon 30% kalau kunjungan kedua dst dari tarif normal S$130). Operasi akan dilakukan pada tanggal 11 Februari 2014 jam 14.00. Selasa pagi jam 07.00 saya sudah harus ke bagian Admission. Waktu itu kami menginap di hotel dekat RS, Santa Grand ternyata hotelnya kecil dan tidak ada jendelanya padahal harganya sama dengan V Hotel bahkan saat itu lebih mahal karena sedang ada Air Show. Jam 06.00 pagi saat masih gelap kami sudah siap di depan menunggu taksi, ternyata taksi jarang lewat kalau lewat sudah ada penumpangnya. Setelah menunggu cukup lama akhirnya kami dapat taksi jam 06.50, hanya sekitar 10 menit dari hotel kami sudah sampai di RS. Di ruang admission kami harus antri karena banyak pasien yang akan menjalani rawat inap. Setelah membayar biaya administrasi, saya dapat kamar VIP untuk adik. Semua barang bawaan selama menginap ditinggal di kamar. Saya mengantar adik ke lantai 8 gedung baru untuk melakukan penandaan daerah yang harus dioperasi, penandaannya menggunakan kawat tipis yang tembus ke bagian dalam. Jadi ketika operasi langsung ketahuan posisi dimana yang harus operasi, karena lubang itulah yang dulunya dioperasi di Jakarta. Rasanya nggak tega melihat kondisi adik seperti itu. Jam 11-an saya kembali ke gedung lama untuk mengantar adik suntik isotop di daerah ketiak, area ini berada di ruang bawah tanah dan merupakan ruang radiasi. Saya tidak diperbolehkan masuk, hanya suster, dokter dan adik di dalam ruangan. Suntikan isotop ini akan berwarna hijau pada saat operasi jika ada sel kanker yang tumbuh. Namun jika tidak ada maka tidak akan berwarna. Jam 13.00 2 orang suster masuk ke kamar dengan menggunakan kursi roda adik dibawa ke ruang operasi, saya dan Vije tidak diperkenankan ikut. Operasi diperkirakan selesai jam 17.00. Karena belum makan, saya & Vije langsung ke kantin untuk makan. Sejak adik saya sakit, saya memilih banyak makan sayur saja. Selesai makan teman kuliah saya yang menetap di Singapore datang menjenguk. Anna datang membawa banyak makanan dan soya juice. Kami ngobrol-ngobrol di kamar, jam sudah menunjukkan 17.00 tapi adik belum balik juga. Jam 18.00 baru adik masuk kamar, kondisinya masih setengah sadar. Saya segera memeriksa kondisi di ketiaknya apakah dipasang tabung atau tidak. Informasi dari dokter Shaik, jika kelenjar getah bening juga terkena kanker maka untuk mengeluarkan darah yang tersisa akan dipasang tabung. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bahwa kankernya belum menyebar. Setelan teman saya Anna pulang, sekitar jam 20.00 saya pulang dari RS karena saya ambil flight terpagi besok. Jadi jam 04.00 saya harus sudah berangkat ke bandara, otomatis jam 03.00 saya harus sudah bangun. Adik ipar dan adik saya tinggal karena siangnya kakak saya akan ke Singapore bergantian menjaga. Adik saya tinggal di Singapore sampai hari Jumat dan balik Jumat sore.
Hari Senin minggu depannya saya mendapat email dari Dr. Shaik bahwa jaringan yang dibersihkan sudah mengandung sel kanker sehingga harus dilakukan masektomi (pengangkatan payudara) setelah luka operasi sembuh. Seketika adik saya menjadi shock demikian juga kami sekeluarga. Kami harus menyiapkan dana sebesar 60% dari total biaya pertama. Kondisi adik menjadi drop setelah operasi mungkin karena shock dengan berita tersebut. Bahkan sempat terjadi infeksi dan harus dilakukan pembersihan di salah RS swasta di Lebak Bulus, RS yang sempat kami amuk karena sejak pendaftaran sampai operasi perlu waktu hampir 4 jam hanya karena kamar yang tersedia Suites (tarif 1.7 juta) sedangkan asuransi hanya meng-cover kelas I (600 ribu) padahal saat itu kami sudah bersedia membayar selisihnya tapi entah kenapa prosedur rumah sakitnya berbelit-belit. Padahal RS tersebut mengaku sebagai RS dengan standar Singapura.

Setelah luka sembuh dan pulih kondisi adik saya, saya menghubungi Dr. Shaik untuk perjanjian operasi ke-2 mastectomy. Bulan Maret tanggal 23, saya kembali ke Singapura bersama adik untuk check dan sekaligus persiapan operasi mastectomy. Kami berangkat hari Minggu supaya bisa beristirahat, janji ketemu dengan Dr. Shaik hari Senin 24 Maret 2014. Setelah check up untuk persiapan operasi, kami langsung ke bagian admission untuk pembayaran biaya operasi. Operasi kali ini dikenai biaya 70% dari operasi pertama yaitu sekitar SIN$ 6000. Di Singapura setiap pemeriksaan ke-2 dan dst hanya dikenai biaya 70% dari biaya awal demikian juga untuk operasinya. Operasi akan dilakukan besoknya sekitar jam 14 siang. Operasi kali ini dianggap operasi ringan jadi operasi dilakukan di area rawat jalan di gedung lama. Sama halnya prosedur operasi lainnnya untuk operasi ini saya dan adik menunggu di ruang tunggu untuk pasien rawat jalan. Sebelum operasi perawat sudah menyediakan 1 tas berisi sandal, baju ganti untuk masuk ruang operasi, plastik untuk menyimpan baju yang dipakai dan sepatu/sandal. Setelah dilakukan pemeriksaan detail seperti nama, no ID rumah sakit, penyakit dll untuk memastikan bahwa pasiennya adalah benar sesuai data di berkas. Hingga operasi berlangsung, kami masih belum dapat kamar sehingga jika pada operasi sebelumnya kami bisa menunggu di kamar kali ini kami menunggu di ruang tunggu. Umumnya keluarga pasien yang menunggu adalah pasien operasi ringan yang tidak perlu menginap seperti operasi katarak, atau bedah ringan lainnya. Jam 17.00 kami diberi tahu bahwa adik sudah ada di ruang pemulihan dan saya boleh masuk. Karena hingga saat itu kami masih belum dapat kamar, jadi kami masih menunggu di ruang pemulihan menunggu sampai adik sadar. Jika di Indonesia tarif operasi mengikuti kelas kamar, di Singapura tidak ada ketentuan seperti ini jadi mau kamarnya kelas III atau VVIP semua tarif sama. Setelah mendapat kamar, adik dipindah ke ruang perawatan. Sama halnya dengan operasi yang pertama, adik hanya boleh tinggal di RS selama 1 hari saja. Waktu itu saya minta agar bisa dirawat 2-3 hari di RS, tetapi ditolak karena menurut Dr. Shaik RS adalah sarang penyakit jadi jika tidak ada keluhan lebih baik pulang untuk menghindari kontaminasi dengan penyakit lainnya karena NUH merupakan RS besar dengan pasien dari manca negara. Jam 20.00 saya balik ke hotel, karena yang boleh tinggal di RS hanya 1 orang. Pagi-pagi saya sudah berangkat ke RS, membawakan puding untuk adik. Pagi hari suster bagian fisiotherapy sudah datang mengajarkan gerakan yang boleh dilakukan dan gerakan apa yang harus dihindari selama luka operasi belum kering. Siang kami sudah boleh pulang, karena luka yang besar jadi untuk pengeluaran darahnya menggunakan tabung sebesar botol air mineral 600 ml. Selama seminggu adik harus berada di Singapura untuk memastikan tidak ada keluhan maupun infeksi. Kejadian infeksi pada operasi pertama membuat Dr. Shaik melarang adik pulang dan harus kontrol pada hari Kamis. Sakit dan berobat di negeri orang sungguh merupakan pengalaman yang sangat berharga dimana semua dilakukan sendiri. Untunglah V Hotel ini strategis, cari makan gampang dan akses kemanapun mudah. Sepulang dari RS saya langsung ke Daiso, Ion Orchard untuk membeli beberapa handuk kecil karena luka tidak boleh kena air dan buah-buahan yang mudah dikonsumsi. Setelah semua urusan selesai saya balik ke Jakarta dengan pesawat malam.

Satu minggu setelah operasi saya dapat email dari Dr. Shaik bahwa hasil operasi masektomi dinyatakan sudah mengangkat semua sel kanker dan tidak ada sel yang tertinggal. Pengobatan selanjutnya adalah chemo therapy yang dilakukan oleh Dr. Shin Huang Tan atau Dr. Tan. Chemotherapy dilakukan setiap 3 minggu sekali selama 8x. Setiap selesai chemo, kondisi adik langsung drop karena tidak ada nafsu makan serta mual, untuk mensiasati berikan makanan yang mudah dicerna misal buah pisang, jus buah, jeruk, apel dan pir. Jeruk lumayan bisa mengurangi rasa mual. Tapi ada buah yang tidak boleh dimakan yaitu delima dan jeruk bali, selain itu tidak boleh makan sayuran yang masih mentah karena setelah chemo sebagian besar sel-sel akan rusak dan pada saat itulah akan mudah diserang penyakit. Jadi setiap selesai chemo harus menggunakan masker dan menghindari keramaian supaya tidak mudah terjangkit penyakit.

Hal-hal yang harus diperhatikan ketika kita merawat pasien kanker
1. Jaga asupan makanan, hindari makanan yang mengandung pengawet atau pewarna atau mengandung MSG
2. Masak makanan dengan cara mengukus atau menumis dengan minyak yang jumlahnya sangat minim.
Gunakan minyak zaitun atau minyak jagung untuk menumis
3. Perbanyak makan buah-buahan terutama buah pir. Diprioritaskan makan buah lokal untuk
meminimalisasi terjadinya oksidasi pada buah
4. Minum jus wortel pada pagi hari saat perut kosong. Pastikan wortel dicuci menggunakan air
matang sebelum dijus
5. Kurangi pemakaian gula ganti dengan madu atau gula merah
6. Hindari daging merah dan daging unggas, susu dan turunannya (mentega, margarin)
7. Ikan yang boleh dimakan : ikan gabus dan ikan kembung
8. Minum air rebusan kacang hijau supaya rambut yang rontok akibat chemo bisa tumbuh lagi

Sebenarnya jika mengacu pada Kedokteran Barat tidak ada pantangan makanan kecuali yang mengandung pengawet dan pewarna. Namun belajar dari survival kanker, The Miracle of Enzym-nya Hiromi Shinya maupun Pengobatan 5 Elemen dari Pak Aley, kesimpulannya adalah penyakit kanker dapat disembuhkan dengan merubah pola makan. Ya, pola makan sehat akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga bisa berperang melawan sel kanker. Makan-makanan tidak sehat sama halnya memberi makan sel kanker untuk tumbuh.

Ketika menghadapi pasien kanker hal yang harus kita lakukan:
1. Jangan menangis di depan mereka supaya mereka tetap kuat
2. Selalu memberi semangat bahwa penyakit ini bisa dikalahkan
3. Ketika kulit sudah mulai kusam dan kering akibat chemo, gunakan body butter untuk kulit kering
olesi perlahan-perlahan setiap hari agar kulit tetap lembat
4. Tangan yang sering kesemutan akibat efek chemo akan berangsur menghilang 1-2 tahun tergantung
dari stamina pasien. Jangan panik, latih dangan gerakan ringan untuk mengurangi efeknya
5. Selalu gunakan masker setiap kali keluar rumah supaya terhindar dari kontaminasi

Alhamdulillah setelah 8x chemo therapy, 4x di Singapura dan 4x dilanjutkan di Jakarta karena kondisi adik yang sudah tidak kuat untuk bolak-balik ke Singapura karena dosis obat yang semakin tinggi setiap kali chemo. Satu tahun yang melelahkan dan bikin stress, karena setiap selesai chemo ketika kondisi drop maka harus dirawat 1-2 hari di Rumah Sakit minimal ada makanan yang masuk lewat infus. Hari-hari masih panjang, selama 5 tahun ke depan harus tetap waspada, karena itu pola hidup sehat harus dilakukan demikian juga kontrol setiap 6 bulan untuk memastikan bahwa tidak ada sela kanker yang tumbuh lagi.

Jika salah satu anggota keluarga anda ada yang terkena kanker, hadapilah. Lakukan prosedur medis untuk memblokade agar sel kanker tidak segera menyebar apakah melalui radiasi, chemo ataupun operasi. Jangan pernah lari dari masalah dengan mencari pengobatan lain. Pengobatan alternatif hanya dilakukan jika pertumbuhan sel sudah diblokir.

Mari kita hidup sehat, karena semua penyakit timbul karena pola makan dan pola hidup kita yang tidak sehat. Sehat adalah harta yang tidak ternilai harganya, ketika sakit berapa banyak uang yang kita miliki tidak akan bisa membeli kesehatan. Orang yang pintar adalah orang yang bisa menghargai dirinya. Selamat hidup sehat 🙂

468 ad

6 Comments

  1. Terima kasih referensinya

  2. Semoga cepat sembuh ya kak 🙂

  3. Saya telah m3mbaca artikelnya mbk dan sangat menarik,saat ini saya punya keluarga terkena kanker dia sudah dioperasi tp info terakhir tumbuh lagi dan sudah menyebar kehati dan ginjal,dia kena kanker rahim dan kandungannya sudah diangkat,yang ingin saya tanyakan adalah ibu punya konyak rumah sakit atau dokter yang tempat adeknya ibu berobat ya,saya minta tolong infonya bu,terimakasih banyak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

Read previous post:
Nina Secret Garden2
Jalan-jalan ke Korea Part 2

Korea sekarang ini merupakan negara yang paling sering dikunjungi wisatawan asing sejak demam Hallyu (Hollywood-nya Korea) & KPOP melanda seluruh...

Close