Berqurban di Kampung Seraran, Kaimana, Papua

Posted by on Jul 23, 2015 in Islam | 1 comment

Berqurban di Kampung Seraran, Kaimana, Papua

Assalaamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Ketika ramai berita di Tolikara saya jadi ingat bahwa 2 tahun terakhir berkat bantuan teman saya, Nita Johana alias Jo yang tinggal di Kaimana keinginan saya untuk berqurban di Papua akhirnya tercapai. Kenapa di Papua? Karena di sana banyak saudara kita yang lebih membutuhkan daripada yang tinggal di Jawa, bahkan di Jawa karena kadang jumlah hewan qurban yang berlimpah terkadang orang yang mendapat daging qurban kadang bukanlah orang yang berhak. Selain itu di Papua, mereka yang berbeda agama bergaul dengan harmonis. Jangan sampai karena segilintir orang yang egois, keharmonisan yang selama ini berlangsung baik jadi ternoda. Cukuplah sudah peristiwa Poso, Ambon dan Sampit menjadi pengalaman buruk untuk negeri ini. Negeri ini multi etnis dan multi agama, janganlah sampai terpecah belah. Ingatlah kita masih satu saudara Indonesia.

Supaya tidak bertele-tele, langsung saja saya tulis email yang saya terima dari Jo, setelah qurban dilaksanakan di Seraran.


——–
Aku ceritain perjalana Qurbannya ya…
Sapi dan Kambing dibeli di Kota Kabupaten Kaimana (perinciannya dibawah ya).
Sabtu tanggal 4 Oktober 2014 Pukul 08.00 WIT, Sapi dan Kambing dibawa menggunakan mobil pick up dengan lama perjalanan 2 jam. Perjalanannya off road. Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan air menggunakan perahu. Perjalanan air memakan waktu sekitar 3,5 jam menembus lautan. So, kita sampai di Desa Seraran sekitar jam 03.00 sore.

Sapi dan Kambing pada saat perjalanan darat

Sapi dan Kambing pada saat perjalanan darat

Sapi saat diturunkan dari mobil pick up

Sapi saat diturunkan dari mobil pick up

Sapi diturunkan ke perahu

Sapi diturunkan ke perahu

Perjalanan Menembus Lautan

Perjalanan Menembus Lautan

Tiba di kampung, kita disambut oleh Bapak Sekretaris Kampung and beliau sangat menerima kedatangan kita dengan baik. Kita menginap di rumah Bapak Khatib Mesjid, yang malam sebelum Idul Adha, Pemerintahan Kampung, Tokoh Adat dan bapak-bapak dikampung datang ke rumah pak Khatib untuk berkenalan. Dan, saya mewakilin semua teman yang berqurban, menyampaikan maksud dan tujuan. Desa ini sudah bertahun-tahun tidak menerima qurban, sehingga mereka sangat senang ketika tahu kita akan berqurban di sana.

Bapak-Tokoh-Adat-Khatib-Imam-Mesjid-Pak-RT-dan-Sekretaris-Kampung-Seraran

Bapak-Tokoh-Adat-Khatib-Imam-Mesjid-Pak-RT-dan-Sekretaris-Kampung-Seraran

Masjid di Kampung

Masjid di Kampung

Diwakilin oleh Bapak Khatib, Bapak Adat dan Sekretaris Kampung, hewan Qurban diterima dan mereka menyampaikan terima kasih untuk perhatian yang diberikan kepada Kampung Seraran. Pada malam itu juga, disampaikan bahwa, hewan Qurban ini juga akan dibagikan kepada 2 kampung kecil yang bersebelahan dengan Kampung Seraran. Artinya, ada 3 kampung yang mendapatkan rezeki yang luar biasa ini.

Tanggal 5 Oktober 2014, sekitar jam 07.00 WIT dilakukan sholat Idul Adha. Pemotongan hewan kurban sekitar jam 08.30 WIT.

Suasa di dalam Mesjid sebelum Sholat Idul Adha

Suasa di dalam Mesjid sebelum Sholat Idul Adha

Suasana Setelah Shalat Idul Adha

Suasana Setelah Shalat Idul Adha

Di Kampung ini, perayaan Idul Adha sangat tradisional dan menarik. Pemotongan Hewan Kurban diiringi nyanyian dengan musik dari Gendang Tambur. Setelah hewan kurban disembelih, masyarakat keliling kampung sambil bersenandung lagu-lagu memuji kebesaran Allah SWT dan bernyanyi untuk Nabi Muhammad sambil keliling kampung. Arak-arakkan berhenti di rumah bapak Khatib Mesjid yang dilanjutkan dengan saling bermaaf-maafan.

Prosesi Idul Adha dengan mengumandangkan Shalawat dan Puji-Pujian

Prosesi Idul Adha dengan mengumandangkan Shalawat dan Puji-Pujian

Prosesi Idul Adha

Prosesi Idul Adha

Prosesi Idul Adha

Prosesi Idul Adha

Prosesi Idul Adha

Prosesi Idul Adha

Prosesi Idul Adha

Prosesi Idul Adha

Pemotongan hewan qurban tetap dilanjutkan oleh yang bertugas. Sedangkan pembagiannya, dilakukan Pak RT dan Kepala Dusun dengan membawa catatan nama-nama masyarakat kampung dan juga 2 kampung sebelah.

Persiapan Pemotongan Kambing Qurban

Persiapan Pemotongan Kambing Qurban

Proses Pemotongan Hewan Qurban

Proses Pemotongan Hewan Qurban

Oh ya, saya selalu mengatakan ‘KITA”. Kita disini adalah teman-teman yang membantu untuk mengantarkan hewan qurban mulai dari Kaimana jalan darat sampai melalui laut ke Kampung Seraran.
Kita itu ada
1. Saya (Nita Johana),
2. Wahab, dia staff Skipper saya di CI yang merupakan masyarakat lokal di Kampung Arguni dan dia Muslim
3. Istri Wahab dan anaknya Nabila
4. Ledrik Sawy, dia staff saya juga yang orang lokal yg kampungnya di Wamesa, yang lokasinya di laut bagian bawah Teluk Arguni. Ledrik membantu mencarikan perahu dari masyarakat Kampung Wamesa. Ledrik ini Kristen Protestan
5. Merry dan anaknya Trice (istri Ledrik). Merry juga beragama Kristen Protestan
6. Bram Wamega. Dia saudara sepupu Ledrik dari Kampung Wamesa pemilik perahu yang kita pakai untuk ke Kampung Seraran. Dia beragama Kristen Protestan
7. Om Edo. Driver mobil yang mengantar. Dia juga Kristen
8. Dua orang keluarga Wamega yang mambantu menurunkan sapi ke perahu, tetapi tidak ikut kita ke Kampung Seraran.
Nah, meskipun kebanyakan dari mereka bukan muslim, tapi mereka membantu proses mobilisasi hewan qurban ini sampai ke tujuan.

Kita berangkat hari Sabtu tanggal 4 Oktober dan kembali tanggal 6 Oktober 2015.

Saya rincikan biaya ya:
SAPI :
Tiap orang Rp. 2,100.000 so Totalnya Rp. 14,700,000
Harga Sapi Rp. 13.500.000
Jadi sisa dari harga sapi untuk biaya transportasi dll Rp. 1,200,000

Kambing :
Total duit yang diterima Rp. 3.750.000
Harga Kambing Rp. 3,500,000
Jadi sisa dari harga Kambing untuk biaya transportasi dll Rp.250,000

Dan total biaya transportasi sapi dan kambing
Rp. 1,200,000 + Rp. 250,000 = Rp. 1.450.000

Pengeluaran transportasi hewan kurban dll

Sewa mobil Rp. 400,000
BBM perahu Rp. 765,000
Beli makan buat temen2 yang bantu Rp. 100,000
Untuk om yg antar perahu Rp. 150.000

TOTALNYA Rp. 1.415.000
dan sisanya Rp. 35.000

Jadi, menurut teman-teman apakah yang Rp. 35.000 ini kita berikan kepada om yang bawa perahu saja kah atau ada option lainnya? mengingat perjalanan kita di laut cukup berat and aku hanya berikan beliau Rp 150.000 saja.

Dan, akhir kata TERIMA KASIH BUAT KALIAN SEMUA yang peduli.

Ucapan Selamat Jalan dari Penduduk

Ucapan Selamat Jalan dari Penduduk


——

Ketika menerima email dan melihat foto-foto dari Jo, saya merasa terharu. Terharu karena kontribusi saya yang tidak seberapa tapi betapa berharganya untuk saudara-saudara kita di Papua. Terharu bagaimana Jo dan teman-temannya harus menempuh perjalanan 11 jam pulang pergi untuk mengantarkan qurban. Semoga Allah SWT yang membalas kebaikan Jo dan teman-temannya.

Nah tahun ini saya berencana untuk mengumpulkan teman-teman yang akan berqurban di Papua. Kali ini bukan di Kaimana, tapi di kepulauan di Sorong. Nanti Jo akan melakukan survey lokasi dan perincian dananya, memang akan lebih mahal karena daerahnya lebih jauh terutama ongkos transportasinya. Jika tertarik silahkan reply di bawah ini ya atau kontak saya di contact@NinaEvawaty.com

Wassalaam
Nina

468 ad

1 Comment

  1. Subhanalloh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

Read previous post:
Beranda Rumah
Jalan-jalan ke Korea Part 3

2. Toko Kosmetik Odbo Pagi ini kami ke The Odbo kosmetik yang menjual kosmetik Korea seperti The Odbo, The Faceshop,...

Close