Food Combining (FC) dan Diet Enzim untuk Hidup Sehat dan Awet Muda

Posted by on Aug 20, 2016 in Food Combining, Self Healing | 0 comments

Food Combining (FC) dan Diet Enzim untuk Hidup Sehat dan Awet Muda

Penasaran dengan sakit tyhphus yang terus mendera sejak 2004 sehingga setiap tahun 1-2 kali dalam setahun saya harus diopname. Padahal menurut saya penyakit ini adalah penyakit biasa yang mudah disembuhkan, tapi herannya sakit ini kambuh setiap tahun sampai bosan ke dokter dan minum antibiotik. Bahkan saat itu muncul simptom perut sebelah kanan yang sering nyeri terutama kalau sudah lelah. Bahkan salah satu dokter di Jakarta mendiagnosa saya menderita colic, artinya usus saya harus dipotong. Ketakutan dengan diagnosa tersebut, saya memilih berobat ke Dr. Chen Jun seorang Gastroentrolog di RS Mt Elizabeth, Singapore. Diagnosanya saya kena GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease), yaitu asam lambung yang tinggi menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan sehingga gejalanya mual, muntah bahkan dada terasa panas. Selain GERD serta typhus yang sudah mengganggu, saya merasa ada yang salah dengan cara pengobatannya. Sehingga pada tahun 2007 saya iseng ikut Workshop “Food Combining” yang diadakan oleh Majalah Nirmala (sekarang sudah tutup dan tidak beredar lagi) di Pinewood Lodge, Puncak, selama 2 hari materinya dibawakan oleh Ibu Andang Gunawan yang memprakarsai Food Combining di Indonesia.

Darah manusia mempunyai PH Balance di 7 karena itulah untuk menjaga agar darah tetap di PH 7 maka kita harus makan makanan yang seimbang. Karbohidrat, Protein berada di PH Asam sedangkan Sayur dan Buah di PH Basa. Kombinasi Sayur/Buah dengan Karbohidrat/Protein secara seimbang akan mempertahankan darah di PH 7.

Merubah Pola Makan. Belajar dari pola makan di RS Holistik, Food Combining dan buku The Miracle of Enzyme-nya Hiromi Shinya, maka pola makan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Bangun tidur minum segelas air hangat + perasan jeruk lemon + madu, kenapa air hangat? Karena suhu pencernaan kita berada di suhu 36-37 derajat Celcius. Ketika kita minum air dingin, maka enzim pencernaan akan digunakan untuk menstabilkan suhu pencernaan kita. Air hangat akan mendorong kelenjar peristaltik untuk bekerja sehingga BAB menjadi lancar. Sedangkan jeruk lemon akan menetralisir asam lambung dan baik untuk mereka yang menderita maag karena dengan pola ini maag akan sembuh. Hindari minum obat maag yang beredar di pasaran baik cair maupun tablet karena akan merusak liver.
2. Jika anda penggemar susu, minumlah susu hangat dari jagung atau kedelai karena mudah tercerna. Susu
sapi/kambing yang dijual di pasaran sudah kehilangan enzim baik seperti laktosa, lipase dan protease karena proses pengolahannya terutama susu yang mengalami proses Homegenisasi dan Pasteurisasi sehingga susu menjadi lemak yang teroksidasi. Lebih baik tidak minum susu kecuali susu jagung atau kedelai.
3. Minum jus buah/sayur, gunakan buah lokal yang tidak mengalami oksidasi dan pengawetan dibandingkan buah impor. Jus yang baik yang usianya 30 menit dari masa pembuatan setelah 30 menit kandungan gizinya akan hilang. Makan buah potong untuk sarapan. Mengapa buah baik untuk sarapan? Karena buah/sayur memerlukan waktu 30 menit untuk dicerna menjadi energi setelah selama kita tidur pencernaan beristirahat. Sehingga pencernaan tidak perlu bekerja keras setelah beristirahat selama tidur, makan buah berarti sama dengan pemanasan pencernaan.
4. Jika jam 10.00 pagi masih merasa lapar, konsumsilah semi karbohidrat seperti roti gandum, sayur sup, salad atau bihun, konsumsilah dalam porsi kecil. Gunakan selai buat sendiri yang tidak mengandung pengawet dan pewarna.
5. Minumlah air 2 gelas 1 jam sebelum makan siang, makan siang karbohidrat + sayur atau protein ikan + sayur. Pilihlah ikan yang budidayanya tidak menggunakan pakan dari pabrik karena kebanyakan pakan ini tidak jelas kandungannya bahkan ada yang dari hewani. Kunyahlah makanan 30-50 kali untuk mengeluarkan sekresi air liur yaitu enzim yang berikatan baik dengan cairan lambung, air empedu dan membantu proses pencernaan. Mengunyah dengan hati-hati meningkatkan kadar gula darah sehingga menekan nafsu makan dan mencegah terlalu banyak makan. Bahkan mengunyah dengan baik kan membantu penyerapan makanan secara efisien.
6. Minumlah 1 jam setelah makan supaya enzim di pencernaan tidak terkuras, air putih lebih baik daripada air berwarna (teh/kopi/alkohol dll) karena teh dan kopi mengandung kafein yang akan menguras enzim pencernaan demikian juga dengan alkohol.
7. Makan sayur kukus di sore hari atau buah segar sekitar jam 3 sore ketika anda merasa lapar
8. Pada malam hari makanlah kue-kue tradisional yang terbuat dari beras/singkong/kentang (karbohidrat saja) yang diolah dengan proses dikukus atau dibakar dengan menggunakan daun untuk menghindari karsinogen pemicu kanker. Atau bisa makan karbohidrat + protein nabati. Kenapa pada saat malam tidak boleh makan protein hewani? Karena pada protein hewani perlu 8 jam untuk dicerna sehingga pada saat tidur pencernaan tetap harus bekerja. Makanlah 4 jam sebelum tidur, sehingga pada saat tidur pencernaan dalam keadaan beristirahat/kosong. Apabila masih lapar makanlah buah karena buah akan tercerna dalam waktu 30 menit. Jika anda makan makanan berat yang tidak tercerna selama tidur maka asam lambung akan naik dan menyebabkan radang tenggorokan. Untuk mereka yang sering sakit radang tenggorokan coba amati pola makannya.

Food Combining Chart

Food Combining Chart

Inilah rekomendasi makanan yang harus dan tidak boleh dikonsumi ala Dr. Hiromi Shinya.
Makanan yang Boleh Dikonsumsi
1. 85-90% makanan nabati
a. 50% biji-bijian utuh, beras coklat, pasta yang terbuat dari gandum utuh, jelai, sereal, roti yang
terbuat dari gandum utuh dan polong-polongan termasuk kacang kedelai, kacang merah, kacang pinto,
kacang merah, kacang garbanzo, kacang putih, kacang hitam dan merah muda.
b. 30% Sayuran hijau dan kuning serta umbi-umbian termasuk kentang, wortel, ubi jalar dan bit serta
sayuran laut
c. 5-10% buah-buahan, biji dan kacang
2. 10-15% Protein Hewani (tidak lebih dari 85-115 gram per hari)
a. Ikan jenis apapun sebaiknya ikan kecil karena ikan besar mengandung merkuri
b. Unggas: ayam, kalkun, bebek (sedikit saja)
c. Sapi, domba muda (harus dibatasi/dihindari) karena pakan yang dimodifikasi
d. Telur
e. Susu kedelai, keju kedelai, susu beras, susu almond

Makanan Tambahan untuk Menu Makan
1. Teh Herbal;
2. Tablet rumput laut (kelp)
3. Ragi untuk pembuatan bir (sumber vitamin B kompleks dan mineral yang bagus)
4. Bee Pollen dan Propolis Madu
5. Suplemen Enzim
6. Suplemen Multivitami dan Mineral
7. Habatus Sauda dan Minyak Zaitun (tambahan dari saya, Nina karena ada di Hadist dan terbukti bagus
untuk menjaga kesehatan)

Makanan yang Harus Dihindari/Dibatasi
1. Produk susu seperti susu sapi, keju, yoghurt (keju memerlukan waktu 12 jam untuk dicerna) sedangkan
yoghurt akan menyebabkan diare ringan bukan memperlancar BAB;
2. Teh hijau, teh china, teh hitam Inggris (batasi hanya 1-2 cangkir sehari karena mengandung kafein
yang akan menguras enzim);
3. Kopi (karena mengandung kafein yang akan menguras enzim);
4. Makanan yang manis-manis dan gula;
5. Rokok/Nikotin
6. Alkohol
7. Cokelat
8. Lemak dan Minyak
9. Garam Meja (gunakan garam laut yang mengandung mineral)

Rekomendasi Tambahan Mengenai Makanan
1. Berhentilah makan dan minum 4-5 jam sebelum tidur (supaya pencernaan dalam keadaan istirahat dan
ginjal beristirahat sehingga tidak buang air kecil selama tidur) ;
2. Kunyahlah setiap suap 30-50 kali ;
3. Jangan makan di sela-sela waktu makan kecuali makan buah utuh jika rasa lapar membuat anda tidak bisa tidur karena buah bisa dicerna dalam waktu 30 menit;
4. Makanlah buah dan minum jus 30-60 menit sebelum waktu makan ;
5. Konsumsi biji-bijian dan sereal utuh yang tidak digiling ;
6. Konsumsilah lebih banyak makanan yang mentah atau dikukus sebentar. Memanaskan makanan yang lebih dari 48 derajat Celcius akan membunuh enzim ;
7. Jangan makan makanan yang teroksidasi (buah-buahan yang sudah berubah warna menjadi cokelat);
8. Konsumsi makanan yang berfermentasi misalnya Kimchi
9. Jagalah makanan yang anda santap, ingat Anda adalah apa Anda makan.

Setelah berapa bulan menjalani diet, saya terbebas dari flu yang sering muncul ketika badan tidak fit. Badan juga sudah mulai lebih fit. Saya butuh 2 tahun diet sampai typhus dan GERD benar-benar sembuh. Selain menjalani diet saya juga melakukan olah raga, istirahat/tidur yang cukup serta selalu berpikir positif. Sehat adalah pilihan, jadi apakah kita ingin ketika tua tetap sehat atau sakit?

468 ad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

Read previous post:
Bapak-Tokoh-Adat-Khatib-Imam-Mesjid-Pak-RT-dan-Sekretaris-Kampung-Seraran
Berqurban di Kampung Seraran, Kaimana, Papua

Assalaamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Ketika ramai berita di Tolikara saya jadi ingat bahwa 2 tahun terakhir berkat bantuan teman saya, Nita...

Close