Jalan-jalan ke Korea Part 3

Posted by on Jan 14, 2015 in Jalan-jalan | 0 comments

Jalan-jalan ke Korea Part 3

2. Toko Kosmetik Odbo
Pagi ini kami ke The Odbo kosmetik yang menjual kosmetik Korea seperti The Odbo, The Faceshop, Coreana dll. The Odbo adalah kosmetik premium dan termasuk kosmetik yang lagi ngetop di Korea, memakai serumnya sama seperti pakai botox itu menurut penjelasan Paul. Jadi cukup memakai produk ini untuk kulit yang flek untuk berjerawat selama 3 bulan dan produk ini hanya dijual di Korea, harga dari produk ini sekitar 500.000 Won atau Rp 5.600.000 untuk 1 set. Berhubung kulit saya sensitif dan tidak bisa sembarangan pakai produk jadi saya tidak tertarik untuk membeli. Saya hanya tertarik membli produk The Face Shop yang memang sudah cocok di kulit saya. Harga produck Face Shop di sini memang sangat murah kira-kira 50% dari harga di Jakarta terutama produk skin care seperti seri Rice Water yang sering Sold Out di Jakarta. Namun untuk hand cream harganya sama saja, jadi saya hanya beli pembersih, hand body dan hand cream. Info dari teman-teman yang pernah ke Korea, Korea terkenal dengan masker buah-buahan yang bentuk sachet. Tetapi berhubung produk di Faceshop tidak ada yang dijual dalam jumlah per 10 pcs jadi saya tidak tertarik untuk membeli.

Di depan Odbo

Di depan Odbo

Sibuk lihat demo serum yang katanya sama seperti botox khasiatnya

Sibuk lihat demo serum yang katanya sama seperti botox khasiatnya

Kim Hyun Joong Oppa di koridor Face Shop

Kim Hyun Joong Oppa di koridor Face Shop

Suasana dalam toko Odbo

Suasana dalam toko Odbo

Suasana dalam toko

Suasana dalam toko

3. Dami Amethys
Dami Amethyst ini milik pemerintah Korea. Menurut mbah Google, varitas quarts berwarna ungu. Amethyst dalam bahasa Yunani berarti tidak keracunan. Amethyst tidak hanya ditemukan di Korea, tapi juga di beberapa negara seprti Brazil, Austria, Rusia, India dan Zambia. Jika dibandingkan dengan Indonesia yang kaya batu-batuan, sebenarnya amethyst ini tidak ada apa-apanya. Namun karena sudah menggunakan mesin yang modern dengan desain yang cantik-cantik jadi benar-benar membuat jatuh cinta dengan desainnya. Harganya bervariasi tergantung ukuran dan ikatannya apakah emas putih. Di tempat ini kita dilarang mengambil foto.

Dami Amethyst

Dami Amethyst

Amethys

Amethys

4. Makan Siang di Restaurant Thailand
Setelah dari Dami Amethys kami tinggal menyebrang untuk makan siang di basement. Restoran Thailand ini sudah menjadi Thailand Korea karena yang disajikan makanan campuran Thailand & Korea, ada Tom Yang, Mie Goreng, Cap Cay, Kimchi, Ikan Sauce Manis dll.

Selesai makan kami lanjut ke Janggeumi Kimchi School
Setelah dari makan siang perjalanan dilanjutkan ke Janggeumi Kimchi School

5. Jang Geumi Kimchi School
Jang Geumi Kimchi School ini berada di daerah Myeongdong. Sekolahnya berada di lantai 2 di sebuah bangunan kecil.
Di tempat ini anda bisa foto menggunakan pakaian tradisional Korea, Hanbok. Hanbok berwarna-warni tinggal pilih mau pakai warna apa dengan latar belakang untuk foto yang bermacam-macam mulai dari rumah tradisional, pekarangan dengan guci-guci berisi saus kedelai, bunga sakura, maupun kerajaan. Si Joon sudah siap dengan kameranya he he he.

Hanbok

Hanbok

Saya juga siap dengan kamera saya memotret satu persatu para ibu yang berpose dengan hanbok.

Foto dengan latar belakang rumah

Foto dengan latar belakang rumah

Latar belakang Guci

Latar belakang Guci

Beranda Rumah

Beranda Rumah

Ala Kerajaan

Ala Kerajaan

Selesai foto, kami harus segera masuk ke dalam kelas. Onnie (kakak perempuan) sudah siap mengajari cara membuat kimchi dalam bahasa Korea dan diterjemahkan Paul ke bahasa Indonesia.

Cara Membuat Kimchi:
1. Potong kubis menjadi 4 bagian
2. Lumuri garam setiap helainya sampai lembek, cuci dengan air mengalir sampai bersih dan tiriskan
3. Campur bubuk cabe kering, bawang putih yang dihaluskan, jahe, gula dan garam
4. Lumuri tiap helai kubis dengan bumbu dan lipat kecil
5. Simpan dalam toples dan biarkan selama 7 hari
6. Kimchi siap dimakan dan sisanya bisa disimpan di kulkas.

Kimchi ini enak jika sudah dibuat pancake, kalau dimakan biasa kok lidah saya langsung menolak ya mungkin karena rasanya aneh. Saya hanya suka kimchi lobak. Janggeumi juga memproduksi rumput laut dengan bermacam rasa. Jika anda mau buat oleh-oleh, maka pesan di sini berapa jumlah kimchi dan rumput laut nanti akan diantar ke bandara di hari keberangkatan anda. Kami hanya membeli rumput laut, semua pesanan digabung jadi satu.

Di depan Kimchi School

Di depan Kimchi School

Suasana di dalam kelas

Suasana di dalam kelas

Kimchi buatan saya

Kimchi buatan saya

6. Dong Hwa Duty Free
Terletak di Gwanghwamun Building B1, 211 Sejongno, Jongno-gu ,Seoul
Jam Operasi : 09:30-20:30 (buka setiap hari)
Telepon +82-2-399-3000
Homepage : http://www.dutyfree24.com/ (Korean)

Ketika sampai di Dong Hwa, Paul membagikan kartu diskon yang dipakai pada saat pembayaran di kasir. Bus-bus pariwisata parkir di sepanjang jalan. Suasana dalam pertokoan sangatlah ramai sehingga benar-benar tidak nyaman. Saya hanya berkeliling sampai lantai atas dan hampir semua lantai penuh sesak bermacam turis dari Cina, Indonesia, Thailand, Vietnam dll. Tapi mayoritas 3 negara yang saya sebut pertama.

Donghwa Duty Free

Donghwa Duty Free

Suasana di depan Dong Hwa

Suasana di depan Dong Hwa

Suasana di Dong Hwa

Suasana di Dong Hwa

Suasana di dalam toko

Suasana di dalam toko

Karena semua counter penuh sesak dan kaki sudah capek sekali, saya cari-cari tempat duduk tapi semua penuh. Saya hanya belanja di Etude, di sini harganya lebih murah 50% dibanding Jakarta. Saya membeli lipliner dan handbody.
Setelah itu saya keluar dari toko dan mencari minum di Seven Eleven depan DongHwa. Saya beli banana milik khas Korea rasanya enak sekali. Seharusnya kita, Indonesia sebagai produsen pisang bisa memproduksi produk seperti ini.

Pertokoan di depan Dong Hwa

Pertokoan di depan Dong Hwa

Banana Milk

Banana Milk

Selesai dari Dong Hwa perjalanan dilanjutkan ke Myeongdong.

7. Myeongdong
Myeongdong merupakan pusat belanja dengan berbagai macam toko dan kaki lima. Di Myeongdong saya dan kakak mencari oleh-oleh souvenir yang masih kurang dan kaos untuk keponakan. Kami cari di Myeongdong Market-nya tidak ada, mereka hanya menjual baju-baju. Akhirnya kami berjalan menyusuri pertokoan dan menemukan toko kecil penjual souvenir. Harganya sama dengan di Dongdaemun tapi tentu saja tidak ada free meski beli 5. Di Myeondong ini semua merk ada mulai dari yang mahal sampai yang murah tinggal dipilih saja.

Myeongdong dengan latar belakang N Seoul Tower

Myeongdong dengan latar belakang N Seoul Tower

Serasa di Blok M

Serasa di Blok M

Tony Moly dan Kpop

Tony Moly dan Kpop

Myeongdong

Myeongdong

Di Myeongdong ini suasananya seperti di film-film Korea, ada jualan kue beras, chesnut, dan seafood seperti takoyaki.
Tapi saya tidak tertarik untuk membelinya karena takut tidak halal kecuali chesnut.

Penjaja Makanan Kaki Lima

Penjaja Makanan Kaki Lima

Suasana di Myeongdong Malam Hari

Suasana di Myeongdong Malam Hari

Selesai belanja di Myeongdong kami ke meeting point menunggu bus yang akan membawa kami makan malam.

7. Makan Malam
Makan malam kali ini menunya bulgogi. Seperti biasa kimchi dan rumput laut tidak pernah ketinggalan dalam menu. Kali ini kami makan hanya 30 menit.

Bulgogi

Bulgogi

8. The Wedding Show
Selesai makan kami segera berangkat menuju pertunjukan The Wedding. Saya sih sempat kecewa kenapa ke tempat pertunjukan modern bukan pertunjukan tradisional. Tempat pertunjukannya berada di basement 3 dari sebuah toko, kami harus menuruni tangga untuk menuju tempat ini. Ternyata ada lift juga tapi karena ramai Paul ngajak turun tangga, ibu-ibu pada protes kalau untuk naiknya harus pakai tangga he he he.

29, Yanghwa-ro 16-gil, Mapo-gu, Seoul
서울특별시 마포구 양화로16길 29 (서교동)

Travel Hotline: +82-2-1330 (Korean, English, Japanese, Chinese)
Informasi: +82-2-739-8288 (Korean)

Tiket:
VIP seat 60,000 won
S seat 50,000 won
A seat 40,000 won

The Wedding

The Wedding

Ternyata Paul membelikan tiket di VIP. Saya duduk di kursi nomer 2 dari depan.
The Wedding ini merupakan live music dengan menggunakan 23 musik instrument seperti gitar, piano, drum, harpa dll.
Pertunjukan musikal mulai nari dan nyayi dengan beragam genre musik berbahasa Inggris, Korea, Cina dan Jepang. Pertunjukan selama 80 menit tidak terasa karena semua penonton larut dalam pertunjukan musikalnya sehingga ikut-ikutan nyanyi juga. Korea memang pandai mengemasnya, sehingga penonton berbagai bangsa bisa ikut larut.

The Wedding (courtesy : Koreadmc )

The Wedding (courtesy : Koreadmc )

The Wedding (courtesy : Edinburg News)

The Wedding (courtesy : Edinburg News)

The Wedding Show (courtesy: Kperfrormance)

The Wedding Show (courtesy: Kperfrormance)

Selesai pertunjukan kami langsung pulang ke hote karena besok harus sudah check out. Selesai check out pagi hari kami langsung menuju istana Gyeongbokdung. Sebelum ke Istana kami melewati kediaman Presiden Korea yaitu Blue House.

Hari Kelima
National Folk Museum Korea berada dalam satu kawasan dengan Istana Gyeongbok. Museum ini didirikan pada 8 November 1945 oleh pemerintah Amerika dan dibuka untuk umum pada tanggal 25 April 1946. Ketika museum ini digabung dengan National Museum of Korea, sebanyak 4.555 artifak bersejarah dipindah ke Mt. Namsan. Kemudian pada tahun 1975, ketika National Museum pindah ke area Istana Gyeongbokgung, artifak tersebut ikut dipindahkan. Pada tahun 1993, dibuka di lokasi yang sekarang.
Museum ini terdiri dari 3 exhibition hall dengan 98.000 artifak sejarah orang Korea yang menampilkan peralatan yang digunakan sehari-hari sejak jaman Prasejarah hingga akhir Dinasti Joseon pada tahun 1910.

2. Istana Gyeongbok (Gyeongbokgung Palace)
Istana Gyeongbok adalah istana utama yang dibangun pada jaman dinasti Joseon. Istana ini dibangun pada tahun 1935 Masehi dan berada di Selatan Seoul. Namun istana ini terbakar dan rusak pada perang Imjin dan selama 2 abad tidak ditempati. Di bawah pimpinan Pangeran Heungseon pada masa pemerintahan Raja Gojong, 700 ruangan berhasil diperbaiki dan 500 bangunan berhasil di restorasi. Pada awal abad 20, Istana ini kembali rusak selama penjajahan Jepang dan berhasil direstorasi kembali sehingga kondisi kembali seperti semula.

Alamat: 161, Sajik-ro, Jongno-gu, Seoul (Sejongno)
서울특별시 종로구 사직로 161 (세종로)
Telpon: +82 2-3700-3900
Website: http://royalpalace.go.kr
Jam buka : 09.00-18.00 (tutup pada hari Selasa)
Biaya Masuk:
Usia 19-64 tahun: 3000 Won (group lebih dari 10 orang, 2400 Won)
Usia 7-18 tahun : 1500 Won (group lebih dari 10 orang, 1200 Won)
Anak-anak di bawah 6 tahun dan orang tua usia di atas 65 tahun gratis.

Gyeongbokgung

Gyeongbokgung

Istana Gyeongbok

Istana Gyeongbok

Saat di Gyeongbok sedang ada upacara pergantian pasukan saya pun lari untuk bisa memotret. Sayang sekali karena begitu banya turis saya tidak bisa lari cepat, akhirnya saya berhasil mengejar mereka. Karena dibatasi oleh petugas saya juga tidak bisa memotret dari depan, akhirnya memotret pasukan dari belakang saja

Pergantian Pasukan

Pergantian Pasukan

Pergantian Pasukan

Pergantian Pasukan

Setelah dari Gyeongbokgung perjalanan dilanjutkan ke toko oleh-oleh di dekat bandara. Harga di toko ini 2x lipat harga di Dongdaemun jadi saya hanya beli kaos karena di tempat ini bagus-bagus design-nya

3. Bandara Incheon
Setiba di bandara Incheon karena penerbangan masih lama jadi kami masih bisa windows shopping ke toko-toko di bandara. Selain toko di bandara ini juga ada Korea Cultural Center dimana ada pertunjukan musik tradisional Korea yang dibawakan oleh 3 gadis muda cantik. Di Cultural Center ini kita juga berpartisipasi untuk ikutan menulis kaligrafi, membuat

468 ad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

Read previous post:
Cancer
Berobat Kanker di Singapura

Akhir Januari 2014 ketika saya sedang bertugas di Jayapura, adik saya mengirimkan pesan singkat via BBM bahwa istrinya didiagnosa kanker...

Close