Jalan-jalan ke Korea Part 1

Posted by on Nov 29, 2014 in Jalan-jalan | 0 comments

Jalan-jalan ke Korea Part 1

Korea sekarang ini merupakan negara yang paling sering dikunjungi wisatawan asing sejak demam Hallyu (Hollywood-nya Korea) & KPOP melanda seluruh dunia. Saya juga salah satu penggemar film & budaya tradisional Korea tentu saja tidak sabar ingin mengunjungi negeri ginseng tersebut terutama Nami Island tempat shooting Winter Sonata. Setelah kepergian awal tahun 2014 dibatalkan karena harus menemani adik operasi di Singapura, akhirnya Alhamdulillah saya berkesempatan berangkat pertengahan Oktober 2014. Awal September 2014 saya sudah menyiapkan dokumen untuk pengurusan visa. Dokumen yang diperlukan untuk pengurusan visa memang lebih banyak dibandingkan ke Jepang atau negara lainnya. Dokumen yang harus disiapkan adalah:
1. Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan
2. Pasfoto berwarna 4×6 cm dengan background putih 2 lembar
3. Surat Keterangan Bekerja
4. Foto copy buku tabungan selama 3 bulan berturut-turut dengan saldo 30 juta
5. Surat Referensi Bank
6. Bukti potong SPT tahun sebelumnya (jika berangkat tahun 2014 berarti SPT tahun 2013)

Satu minggu sebelum keberangkatan visa sudah jadi. Info dari pihak travel karena sudah masuk musim gugur, jadi harus bawa baju hangat dan jaket. Cuaca pada pagi dan malam hari mulai dingin sekitar 11-17 derajat Celcius. Sedangkan siang siang hari sekitar 20-25 derajat Celcius. Selain bawa baju hangat perlu juga bawa jaket, long jhon, dan tentu saja baju ganti selama di sana. Agar foto keren, bawa baju dan syal yang warnanya kontrast sehingga hasil foto jadi bagus. Dan yang tidak boleh ketinggalan adalah kamera SLR, berapa lensa dan battery cadangan. Jadi foto yang dihasilkan bisa dishare di blog dan tripadvisor.com. Di era digital dimana kita tidak perlu beli film, foto saja sebnyak-banyaknya nanti bisa dipilih mana yang terbaik. Foto yang indah bisa bercerita banyak.

Hari Pertama
Tanggal 15 Oktober sepulang dari kantor dan numpang mandi di kantor kakak saya langsung menujuu bandara, anggota tour ada 25 orang termasuk saya, semuanya teman-teman kakak saya. Karena kami pergi pada saat musim gugur, jadi kami harus siap baju hangat dan long jhon. Kami menggunakan Tour Bayu Buana dengan pemandu Mas Vincent Kurniawan. Di bandara kami ketemu Mas Vincent untuk pembagian label koper, paspor , boarding pass dan jadwal tour. Kami naik Asiana Airlines milik Korea. Seperti di film “Take Care of Us, Captain” yang dibintangi oleh Go He Sun dan Jee Jin He, pilot berdiri dan officer penerbangan berdiri di pintu masuk mengucapkan selamat datang kepada para penumpang. Mayoritas penumpang pesawat adalah orang Indonesia yang ikut dalam group wisata seperti saya. Pesawat Asiana ini masih belum semodern pesawat Garuda yang TV-nya sudah touch screen, pilihan film dan lagunya juga tidak terlalu banyak. Karena besok pagi sampai di Korea kami harus langsung jalan-jalan, maka di pesawat saya langsung pakai tutup mata dan selimut untuk tidur. Jika di Garuda untuk penerbangan jauh seperti ke Papua saja dapat kaos kaki dan penutup mata maka di Asiana jangan harap dapat fasilitas tersebut he he he. Makan yg disediakan selama di pesawat 2x, yaitu makanan ringan (roti dan snack) pada saat pesawat sudah take off dan sarapan pagi 1.5 jam sebelum mendarat. Naik Asiana Airlines saya seperti sedang menonton film Take Care of Us Captain, apalagi majalahnya kalau di Garuda Colours isinya bintang-bintang film Korea yang masih ngetop seperti Choi Ji Wo, Lee Byung Hun, Susy Miss A dll. Di pesawat anda akan dibagikan 3 macam kartu yang harus diisi dan diserahkan pada saat di bandara, yaitu arrival card, health questionnaire, custom declaration.

Arrival Card

Arrival Card

Health Questionnaire

Health Questionnaire

Custom Declaration0001

Custom Declaration0002

Penerbangan ke Korea memakan waktu sekitar 6 jam, jadi kami mendarat jam 8 waktu Korea. Di bandara saya ganti baju dan cuci muka, meski sempat cuci muka dan sikat gigi di pesawat sebelum mendarat. Siapkan Arrival Card yang sudah diisi, serahkan kepada petugas. Keluar dari toilet ternyata antrian sudah sangat panjang. Siapkan paspor bersama “health questionnaire”. Keluar dari imigrasi koper sudah di tata di samping conveyor semua, mungkin karena antrian imigrasi yang cukup lama. Di atas conveyor ada tulisan “Welcome to Korea where is no language barrier”. Keren banget menurut saya mereka sudah men-claim bahwa wisatawan tidak akan seperti orang hilang di negeri ini.

Airport No Languange Barrier

Welcome Korea

Korea sudah mengantisipasi lonjakan wisatawan yang akan berkunjung ke negeri ini sehingga mereka sudah benar-benar siap dengan Incheon Airport sudah modern, sama seperti Changi dan Narita. Di luar Paul, pemandu selama di Korea sudah menunggu bersama Joon dan supirnya, Kim Shi (Mr/Mrs Bahasa Korea). Paul shi orang Korea yang pernah tinggal lama di Indonesia, bahasa Indonesia lucu banget kadang suka terbalik dengan kata yang lain. Orangnya ramah dan lucu dan tentu sabar. Joon asisten Paul bisa sedikit bahasa Indonesia dan merangkap sebagai photographer, Joon masih muda mungkin baru 20 tahun. Sedangkan Kim Shi, driver dari bus wisata, orangnya ramah tapi hanya bisa bahasa Korea. Mungkin bekerja di dunia pariwisata harus ramah dan sabar karena ini pekerjaan jasa. Tapi untungnya bepergian dengan para Ibu karyawati mereka semua disiplin waktu. Sebelum waktu yang sudah ditentukan untuk kumpul mereka sudah di meeting point.

Hari Kedua
1. Namiseom Island (Pulau Nami)
Perjalanan dari bandara Incheon ke Nami Island memakan waktu sekitar 3 jam, pulau ini terletak 63 km dari kota Seoul. Siang hari sampai di Nami, makan di Restoran Iris yang menyediakan barbeque ala Korea. Bagi yang Vegetarian bisa makan Telur saja plus Kimchi.

Pulau Nami yang berbentuk bulan separuh ini lokasinya di Chuncheon , pulau yang terbentuk pada saat dibendungnya Sungai Han menjadi bendungan Cheongpyeong. Nama Nami berasal dari nama Jendral Nami yang dihukum mati pada usia 28 tahun pada zaman pemerintahan Raja Sejo (Raja Ke-7 dinasti Joseon) karena dituduh berkhianat. Meski kuburannya tidak diketemukan, tapi ada batu nisan yang menunjukkan bahwa disitulah beliau dikuburkan. Seperti halnya raja-raja atau pejabat dari Dinasti Joseon, kuburannya berbentuk gundukan tanah yang disebut Tomb.

Tomb Jendral Nami

Tomb Jendral Nami

Tahun 1965 pulau ini dibeli oleh Minn Byeong-do untuk dijadikan resort ramah lingkungan dengan melakukan reboisasi atau penghutanan kembali pulau kecil ini. Jadi Namiseom dibuat menjadi resort yang disebut Naminara Republic.

Imigrasi Naminara Republic

Imigrasi Naminara Republic

Ferry ke dan dari Pulau Nami

Ferry ke dan dari Pulau Nami

Untuk menuju Nami, kita harus naik Ferry, biaya masuk ke Pulau Nami termasuk ferry tentunya sebagai berikut:
Dewasa: 10,000 won
ABG, orang tua (di atas 70 tahun) & orang cacat: 8,000 won (menggunakan ID/passport)
Anak-anak (usia 3-13) : 4,000 won
Tamu yang berkunjung setelah jam 18:00 (Dec-Mar), setelah 19:00 (Apr-Nov): 4,000 won
1 Won = Rp 12 jadi kalau 10,000 Won = Rp 120,000

Adapun jadwal ferry menuju dan meninggalkan pulau ini adalah:
Ferry Schedule
07:30-09:00 (setiap 30 menit)
09:00-18:00 (setiap 10-20 menit)
18:00-21:40 (setiap 30 menit)

Alamat: 1024, Bukhangangbyeon-ro, Gapyeong-eup, Gapyeong-gun, Gyeonggi-do
Info: +82-31-580-8114,+82-31-580-8008
Homepage: http://www.namisum.com

Pulau kecil ini sangat indah apalagi pada saat musim gugur ketika daun berwarna kuning dan merah. Pulau dengan luas 4 km terletak 3.8 km dari Gapeyeong, Propinsi Gangwong. Pulau ini menjadi sangat terkenal setelah digunakan sebagai lokasi syuting serial televise Winter Sonata yang dibintangi Bae Yong Jun dan Choi Ji Woo pada tahun 2002 dan demam Hallyu (kalau Amerika disebut Hollywood, di India Bollywood). Sejak itu pulau ini menjadi tujuan wisata dari semua turis mancanegara. Bahkan dibuatkan patung Bae Yong Jun dan Choi Ji Woo dan spot-spot yang menjadi lokasi syuting diberi tanda sehingga para wisatawan bisa mengambil foto di tempat tersebut.

Namanara dari atas Ferry

Namanara dari atas Ferry

Naminara Logo

Naminara Logo

Pintu Masuk Naminara

Pintu Masuk Naminara

Ternyata musim gugur adalah musim favorit bagi para wisatawan sehingga pulau kecil ini penuh dengan wisatawan bahkan untuk mengambil foto harus bergantian. Semakin siang semakin banyak yang datang, terutama wisatawan Indonesia. Anda mungkin tidak merasa bahwa anda sedang di Korea karena mayoritas wisatawannya orang Indonesia. Yang menarik dari wisata ke Korea adalah setiap group wisata ada 1 photographer dan di group saya ada si Joon. Joon akan mengambil foto kita di setiap spot yang bagus. Dia tinggal mengarahkan cara bergayanya he he he berasa jadi fotomodel saja, tapi jangan banyak foto dengan si Joon karena setelah dicetak anda harus merogoh kocek untuk membayar he he he.

Salah Satu Lokasi Syuting Winter Sonata

Salah Satu Lokasi Syuting Winter Sonata, foto by Joon

Bergaya ala fotomodel. Foto by Joon

Bergaya ala fotomodel. Foto by Joon

Saya, Kakak dan patung Bae Yong Jun & Choi Ji Woo

Saya, Kakak dan patung Bae Yong Jun & Choi Ji Woo

Salah Satu Mascot Naminara

Salah Satu Mascot Naminara

Kurang afdol kalau tidak foto sama wall Winter Sonata

Kurang afdol kalau tidak foto sama wall Winter Sonata

Gate Naminara Republic

Gate Naminara Republic

Karena waktu yang terbatas yaitu hanya 1.5 jam rasanya masih belum puas mengelilingi pulau ini terutama ke tempat jual souvenir, maklum saya kolektor kartu pos, pin dan tempelan kulkas (fridge magnet) manca negara. Bagimana dengan mata uang yang digunakan? Anda bisa membyara dengan Won ataupun dollar, karena 100 US Dollar = 100.000 Won. Bahkan di tempat jual souvenir anda juga bisa bayar Rupiah. Anda juga ambil uang di ATM dengan pilihan foreign languange.

Foto group di Nami

Foto group di Nami

Dock Namiseom

Dock Namiseom

Di atas Ferry bendera beberapa negara

Di atas Ferry bendera beberapa negara

Flying fox ke Namiseom dari ketinggian ini

Flying fox ke Namiseom dari ketinggian ini

Sebelum meninggalkan pulau kami foto group terlebih dahulu. Bagi mereka yang ingin uji nyali bisa menyeberangi pulau dengan flying fox di ketinggian 20m di atas permukaan tanah. Sayang sekali saya tidak membeli tempelan kulkas di Nami meski kartu pos tidak ada, karena hanya ada di pulau ini. Saat itu karena si Paul bilang kalau beli souvenir di Dongdaemun saya pikir beli di sana saja ternyata souvenir Nami belinya di Nami. Jadi kalau anda kolektor salah satu di atas maka jangan ragu-ragu untuk beli di tempat di mana anda datangi kecuali souvenir dengan tulisan Korea maka belinya di Dongdaemun Market.

Jika anda bepergian tanpa group anda jika bisa menggunakan bus atau kereta:
Dari Terminal Bus Gapyeong or Stasiun Gapyeong, naik taksi ke Namiseom parking lot (perjalanan sekitar 10-15 menit). Naik ferry dari Pelabuhan Namiseom ke Pulau Nami (sekitar 5-6 menit).
Anda juga bisa naik suttle bus dari Seoul ke Namiseom
Bus Stop
1) Insa-dong (Jonggak Station, Subway Line 1, Exit 3): Berikutnya ke Tapgol Park
2) Jamsil Station (Subway Line 2, Exit 4): di depan Lotte Mart

Jadwal Shuttle Bus:
Insa-dong, Jamsil Station → Namiseom Island: 09:30
Namiseom Island → Insa-dong, Jamsil Station: 16:00

(Reservasi ke +82-2-753-1247)

Dari Namiseom perjalanan dilanjutkan ke hotel & resort tempat kami menginap yaitu Delpino Resort & Golf. Jalan menuju penginapan sangat Indah, di kanan jalan Nampak gunung dan sungai. Sungai di Korea masih bersih dan jernih airnya. Perjalanan menuju penginapan memakan waktu sekitar 4 jam. Di perjalanan kami berhenti di Sokco-si untuk makan malam. Menu makan malamnya ikan, cumi dan udang yang dimasak dengan pasta kedelai dan cabai, ikan panggang ala Korea, kimchi dan sayur. Dari 2 macam kimchi, saya lebih suka kimchi lobak dibandingkan dengan kimchi sawi putih. Menurut saya kimchi lobak rasanya enak, sedangkan kimchi sawi putih lebih berasa bawangnya.

Sajian makan malam di Sokcho

Sajian makan malam di Sokcho

Lesehan ala Korea

Lesehan ala Korea

Suasana Tempat Makan

Suasana Tempat Makan

Suasana Tempat Makan di Sokcho

Suasana Tempat Makan di Sokcho

Setelah makan kurang lebih 45 menit perjalanan dilanjutkan ke Delpino Resort kurang lebih 1 jam dari tempat makan.

2. Delpino Resort & Golf
Delpino Resort beralamat di
Wonam-ri, Toseong-myeon, Sokcho-si, KW, South Korea
Phone:+82 33-635-8311

Sampai di Delpino jam sudah menunjukkan jam 21.30, benar-benar perjalanan yang sangat panjang. Udara di Delpino sangat dingin anginnya kencang dan menusuk tulang. Kemungkinan suhu pada saat itu di bawah 10 derajat Celcius. Buru-buru ambil koper dan masuk lobby hotel. Di lobby hotel ada Starbuck, beberapa toko dan mini market.

Delpino Resort

Delpino Resort

Delpino Starbuck

Toko di lobby Delpino

Toko di lobby Delpino

Kamar di Delpino ada 2 type yaitu kamar khas Korea tidur di lantai dan kamar modern alias pakai tempat tidur.Saya kebagian di lantai 3, di kamar 31saat itu banyak anak sekolah yang sedang tur sekolah dan menginap, mereka berlari ke sana kemari sepanjang lorong hotel jadi sangat berisik. Masuk kamar buka koper untuk persiapa mandi, untuk melemaskan otot kaki haruslah berendam. Sayangnya saya tidak bawa garam mandi, kan lumayan bis arelaksasi otot. Jadi relaksasinya cukup pakai bath gel. Kamar ini kamar studio jadi dilengkapi dengan alat masak, bagi yang mau makan mie bisa masak di sini. Kamar mandi sudah dilengkapi shower gel & shampo dalam ukuran besar dan handuk jadi anda tidak perlu mengeluarkan toiletry kecuali shower cap. Jam 12 malam saya paksakan untuk tidur supaya bisa bangun pagi.

Delpino Lantai 3

Delpino Lantai 3

Lorong Lantai 3

Lorong Lantai 3

Kamar di Delpino

Kamar di Delpino

Dapur di  Dalam Kamar Deplino

Dapur di Dalam Kamar Deplino

Kamar Mandi

Kamar Mandi

Lemari Berisi Alas Tidur Ala Korea

Lemari Berisi Alas Tidur Ala Korea

Kamar saya di 315 menghadap ke halaman depan hotel yang langsung berhadapan dengan gunung dan bangunan hotel lainnya. Pemandangannya sangat indah.

Pemandangan dari balkon kamar

Pemandangan dari balkon kamar

Pemandangan dari balkon Kamar

Pemandangan dari balkon Kamar

Pemandangan dari Balkon Kamar

Pemandangan dari Balkon Kamar

Pemandangan dari balkon kamar

Pemandangan dari balkon kamar

Di depan Delpino Hotel

Di depan Delpino Hotel

Hari Ketiga
Jam 04.30 pagi saya sudah bangun untuk persiapan check out. Jam 06.50 kami sudah harus sarapan dan jam 07.40 harus sudah meninggalkan hotel menuju Seoraksan. Jam 06.30 saya langsung check out dan foto-foto di halaman depan terlebigh dahulu. Jam 06.50 Paul sudah teriak-teriak mannggil untuk sarapan pagi. Jam 07.00 saya naik untuk sarapan ternyata tempat sarapan sudah penuh dan antri makanannya panjang. Untuk hemat waktu karena yang antrinya panjang yang makanan berat, maka sayapilih sarapan roti bakar dan segelas susu. Selesai sarapan langsung mindahin koper ke bus, tepat jam 07.50 kami meninggalkan hotel. Ternyata Joon sudah berangkat duluan untuk beli tiket naik cable car ke Seoraksan.
1.Seoraksan National Park
Perjalanan ke Seoraksan tidak terlalu lama, kira 30 menit sudah sampai di kawasan Seoraksan. Di dalam Seoraksan National Park ini ad Kuil Shinheungsa dan Gwonggungsum Fortress.
Alamat: Seoraksan-ro, Sokcho-si, Gangwon-do , 강원 속초시 설악산로
Informasi: 1330 Travel Hotline: +82-2-1330 (Dalam bahasa Korea, Inggris, Jepang dan Cina)
Info lebih lanjut: +82-33-636-7700, +82-33-636-5546, +82-33-636-8355

Gunung ini disebut Seorak (“Seol” = salju, “Ak”= gunung besar) karena salju tidak pernah mencair untuk jangka
waktu yang lama sehingga batu-batu tetap berwarna putih. Pada tahun 1965, Gunung Seorak di-desain sebagai
Natural Monument preservation area. Kemudian pada bulan Desember 1973, kawasan ini didesain sebagai “park preservation area”, dan pada bulan Agustus 1982 oleh UNESCO ditetapkansebgai Biosphere Preservation District.

Taman Nasional ini berada di 4 kota yaitu Sokcho, Inje, Goseong dan Yangyang.Puncak tertinggi adalah Daecheongbong.

Patung Beruang di Pintu Masuk Seorak National Park

Patung Beruang di Pintu Masuk Seorak National Park

2. Kuil Sinheungsa
Alamat: 1137, Seoraksan-ro, Sokcho-si, Gangwon-do
1330 tt call center: +82-33-1330 (Bahasa Korea, Inggris, Jepang dan Cina)
Info lebih lanjut: +82-33-636-7044, +82-33-636-4050 (Bahasa Korea)

Sinheungsa (신흥사) sekitar 10 menit dengan berjalan kaki dari pintu masuk ke Sogongwon. Di pintu depan anda akan melihat patung beruang, di sini kami foto bareng group dulu. Sinheungsa adalah kuil Budha yang sering disebut Hyangseongsa, dibangun oleh Jajangyulsa (590-658) pada jaman Queen Sendeok (kalau anda sering nonton drama Korea pasti pernah nonton serial tentang ratu ini) pada tahun ke-6 pemerintahannya. Kuil ini berapa kali dibangun dan dirobohkan. Di jalan menuju kuil anda akan menjumpai patung Budha raksasa yang terbuat dari perunggu dengan ketinggian 10m, patung ini disebut Jwabul. Di bawah patung di sekitar teras ada jembatan yang disebut Hyeonsugyo.
Biksu dan biksuni di Korea mengenakan pakaian abu-abu.

Papan petunjuk ke Shinheungsa

Papan petunjuk ke Shinheungsa

Pintu Masuk Shinheungsa

Pintu Masuk Shinheungsa

Salah Satu Kuil di Shinheungsa

Salah Satu Kuil di Shinheungsa

Patung Buddha Jwabul

Patung Buddha Jwabul

Jembatan menuju kuil yang lain

Jembatan menuju kuil yang lain

Jembatan ke Kuil Shinheungsa

Jembatan ke Kuil Shinheungsa

Pemandangan dari jembatan batu ke jembatan kayu di Shingheungsa

Pemandangan dari jembatan batu ke jembatan kayu di Shingheungsa

Kuil Shinheungsa

Kuil Shinheungsa

Untuk makan dan minum anda tidak perlu khawatir banyak tempat makan dan minum disini, bahkan di ada Coffe shop dekat kuil. Pemandangan sepanjang jalan dari pintu masuk National Park sangat indah sehingga meski jalan kaki tidak terasa. Hari itu sudah sangat ramai baik orang Korea maupun wisatawan. Orang Korea banyak yang suka hiking, bahkan banyak yang manula. Mereka mendaki gunung tidak pakai cable car tapi hiking. Salut sama mereka.

Shinheungsa

Shinheungsa

Foto dengan latar belkang tempat makan

Foto dengan latar belkang tempat makan

Jam 09.30 kami diminta ke lantai 2 untuk antri naik cable car ke Gwongeumseong Fortress. Ternyata antriannya panjang

3. Gwongeumseong Fortress
Alamat: Seoraksan Gungnipgongwon, Seorak-dong, Sokcho-si, Gangwon-do
강원 속초시 설악동 설악산국립공원내

Informasi:
• 1330 tt call center: +82-33-1330 (dalam Bahasa Korea, Inggris, Jepang dan Cina)
• Informasi lebih lanjut: +82-33-636-7700, 7702~3, 636-4300

Homepage: http://english.knps.or.kr

Gwongeumseong Fortress adalah situs dari reruntuhan kastil yang disebut Mt. Seoraksan , dan juga dikenal sebagai Mt. Onggeumsan Castle, atau Toto Castle. Lokasinya di curam dari Gunung Seoraksan Sogongwon. Kastil ini dibangun oleh Raja Ke-23 pada masa Goryeo ( 918 ~ 1392 ), pada saat pemerintahan Raja Gojong ( 1213 ~ 1259 M ) . Hal ini juga disebut – Gwon Kim Castle, karena ada legenda bahwa dua jenderal bernama Gwon dan Kim , membangun benteng untuk menghindari perang .
Di sisi kiri Sogongwon , melewati Jembatan Biryonggyo di atas jurang , ada jalan yang mengarah ke Gwongeumseong Castle, namun butuh lebih dari satu jam perjalanan melalui jalan yang curam dan jalan berbatu ( 2.5km ), sehingga akhirnya digunakan Cable cars. Cable cars dipasang oleh Dr. Gi – Sup Lee pada tahun 1971 dan hingga saat inimasih digunakan oleh banyak wisatawan. Cable carini dioperasikan dari jam 7 pagi sampai 6 atau 18:30 , berangkat setiap 7 menit , dan Anda hanya bisa membeli tiket pulang-pergi di konter tiket untuk hari itu. Di dataran tinggi Gwongeumseong Castle terdapat 80 bagian dari batuan dan anda dapat melihat laut dan kota Sokcho Timur. Juga, ke barat, anda bisa melihat semua jenis batu yang fantastis dan batu yang membentuk Seoraksan Mountains.

Setelah antri panjang kami naik ke cable car jam 10.10. Ada 2 ibu yang takut ketinggian dan tidak mu ikut naik, setelah saya TAT (Tapas Acupressure Therapy, untuk menghilangkan phobia, stress, sedih dll), mereka duduk di cable car. Kapasitas tempat duduk hanya untuk 4 orang. Alhmadulillah phobia ketinggian saya benar-benar sembuh, terbukti saya bisa berdiri di pintu sambil motret ke arah bawah. Naik cable car tidak berasa karena selama perjalanan diputar lagu-lagu barat. Setiap akan berangkat dan turun petugasnya akan menyapa dan memberi tahu dalam bahasa Korea. Saya hanya mengerti Annyeong Haseo, selebihnya tidak paham apa yang diucapkan.

Di stasiun pemberhentian di lantai 1 dan 2 ada Coffee Shop, jadi ada bisa makan dan minum sambil melihat pemandangan.

Antri Cable Car

Antri Cable Car

Antri Cable Car

Antri Cable Car

Cafe di Lantai 2

Cafe di Lantai 2

Suasana di Lantai 2

Suasana di Lantai 2

Ibu-ibu sadar kamera, mau naik cable car aja masih narsis

Ibu-ibu sadar kamera, mau naik cable car aja masih narsis

Pemandangan dari Cable Car

Pemandangan dari Cable Car

Pemandangan dari Cable Car

Pemandangan dari Cable Car

Pemandangan dari Cable Car

Pemandangan dari Cable Car

Pemandangan dari Cable Car

Pemandangan dari Cable Car

Cable car dari puncak Gwonggumsung Fortress

Cable car dari puncak Gwonggumsung Fortress

Foto di Gwongeumseong Fortress

Foto di Gwongeumseong Fortress

Gwongeumseong Fortress

Gwongeumseong Fortress

Dari puncak Gwogemseong Fortress

Dari puncak Gwogemseong Fortress

Di puncak Gwogeumseong Fortress

Di puncak Gwogeumseong Fortress

Setelah kembali ke bawah , kami segera bergegas kembalik ke bus. Karena toilet di gedung antrinya panjang, jadi mampir di toilet di sepanjang jalan menuju pintu utama Seoraksan. Jangan kaget dengan toilet di Korea, kebanyakan di tempat umum kecuali di mall dan hotel menggunakan sabun cuci tangan batangan bukan sabun cair.

Toilet di Seoraksan

Toilet di Seoraksan

Jalan di Seoraksan

Jalan di Seoraksan

Bersambung di Jalan-jalan ke Korea Part 2

468 ad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

Read previous post:
Keputihan
Mengobati Keputihan dengan Makanan Sehat dan Olah Raga

Keputihan atau Fluor Albus merupakan sekresi vaginal pada wanita (Wikipedia). Keputihan pada dasarnya dapat dibagi menjadi menjadi dua yaitu keputihan...

Close