Mari Bantu Anak-Anak Miskin Kembali ke Sekolah

Posted by on Apr 30, 2012 in Slider, Yayasan | 3 comments

Mari Bantu Anak-Anak Miskin Kembali ke Sekolah

Saat ini banyak sekali anak-anak yang tidak mampu melanjutkan sekolah karena ketiadaan biaya. Mereka ini anak-anak yatim, anak-anak dari buruh tani maupun anak-anak dari orang tua yang kerjanya serabutan. Untuk makan sehari-hari saja susah apalagi bayar uang sekolah itulah selalu jawaban yang saya temukan setiap kali menanyakan alasan mereka berhenti sekolah.

Anak-anak ini punya hak yang sama seperti anak-anak lain yang berasal dari keluarga yang lebih berkecukupan. Mereka punya hak untuk bersekolah dan melanjutkan pendidikan. Tapi dari mana biayanya? Tentu saja dari kita para insan Sukses Mulia. Jika uang Rp 2.000/hari bagi kita tidak ada artinya, tapi dengan uang itu anak-anak SD bisa kembali sekolah. Jika uang Rp 4.000/hari hanya cukup untuk beli Teh Botol/Air Mineral dengan uang itu kita bisa membantu anak-anak SMP dan SMA kembali ke sekolah.

Saya sudah mengunjungi rumah dari para anak-anak yang tidak beruntung tersebut yang tinggal di Gunung Kidul dan Singaparna, saya menyaksikan sendiri bagaimana susahnya kehidupan mereka. Pendidikan adalah salah satu cara untuk memutus mata rantai kemiskinan, dengan kembali bersekolah setidaknya sampai lulus SLTA sederajat mereka bisa mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Ketika berkunjung ke Singaparna bersama teman saya Ima & Rika, saya mengumpulkan anak-anak tersebut untuk tetap belajar dan meraih impian mereka. Saya menyarankan mereka untuk mengambil Sekolah Kejuruan supaya lebih mudah mencari pekerjaan.

Pada tahun 2003, saya dan teman-teman yang tergabung dalam Muslimah Sisterhood (foundernya sister Lies Parish) memutuskan untuk mengembalikan anak-anak tersebut kembali ke Sekolah. Kami menjalin pertemanan melalui dunia maya karena sebagian besar anggota mailist bermukim di luar negeri. Pada saat itu Facebook apalagi Twitter masih belum ada. Jadi kami hanya bertukar foto di group untuk kenal satu sama lain. Karena kami ingin membantu lebih banyak anak-anak yang kembali ke sekolah maka pada tanggal 21 April 2004 terbentuklah Yayasan Annisa Indonesia di Singaparna adapun pendirinya pada saat itu adalah: Lies Parish, Sri Lawson, Zeynita Gibbons, Nolis Mac Caulcay, Dina Bliss, Endah Hart, Tira Soraya Halman, Liza Dewabrata, Pungki Bullock, Rara Rengganis, Dian Nielson, Irma Yuanti, Wahyu Widiasih, Gina Parish, Fitri Sundari dan saya sendiri. Ada sister Diyah El Amien yang saat itu menjadi koordinator anak-anak di Gunung Kidul. Karena kesamaan visi sampai saat ini kami masih tetap berkomunikasi bahkan hubungan kami seperti saudara kandung. Senangnya punya banyak saudara yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Banyak suka dan duka membesarkan Yayasan Annisa Indonesia. Sukanya ketika melihat rapor mereka yang bagus-bagus, bahkan ada lho yang nilai UN-nya 10 sampai sampai terharu membacanya. Dukanya ketika orang tua asuh berhenti tanpa memberi khabar jadi harus mengakali dana yang masuk tetap cukup untuk menyantuni anak asuh yang ada. Saya pernah merasa sedih ketika saya terlambat menerima surat pemberitahuan pendaftaran SMA dari anak asuh di Gunung Kidul. Saya menerima surat pemberitahuan setelah pendaftaran sudah ditutup. Akhirnya anak tersebut putus sekolah dan memilih bekerja di sebuah perusahaan mebel. Ketika saya tawari untuk mengambil kursus menjahit anak itu menolak karena siapa yang akan menjahit baju padanya sementara di sekililing rumahnya juga susah kehidupannya. Boro-boro jahit baju, untuk makan saja mereka harus jadi buruh tani dan buruh pemecah batu.Padahal anak tersebut selalu juara I di SMP-nya sejak kelas I. Ada juga penyesalan saya yang lain, ada salah satu anak asuh yang pandai sekali. Hasil UN-nya semua 9, anak itu ingin melanjutkan ke Universitas. Saya berusaha mencari informasi Beasiswa tetapi ternyata tidak full biayanya artinya biaya hidup tetap ditanggung penerima beasiswa sementara Yayasan hanya mampu menyekolahkan sampai SLTA/Sederajat. Ketika saya berkunjung ke Singaparna, anak itu sudah bekerja menjadi pegawai sebuah mini market.

Saat ini ada 48 anak asuh Yayasan Annisa Indonesia (YAI) tersebar di Tasikmalaya, Garut, Sidoarjo dan Pamekasan. Bendahara tersebar di UK (khusus Eropa), USA dan Indonesia. Bagaiamana jika anda berada di luar negara tersebut? Anda bisa kirim dana via paypal ke account saya. Apakah bisa menjadi donatur tidak tetap? Tentu saja bisa, karena dana ini untuk menutup biaya dari anak asuh yang tidak ada sponsor.

Saya bermimpi suatu saat saya punya sekolah gratis untuk anak-anak yang tidak mampu supaya mereka terbebas dari rantai kemiskinan.
Mereka bisa meraih mimpi mereka. Siapa tahu salah satu dari mereka yang akan menjadi pemimpin di negeri ini.

Apakah anda ingin jadi salah satu orang tua asuh? Hubungi Info@AnnisaFoundation.org atau Annisa.Foundation@gmail.com atau Tanya@NinaEvawaty.com. Kami akan membantu anda dengan senang hati.

468 ad

3 Comments

  1. Ass. Nina….
    sy mo gabung nih…..pls reply ya

    • Sila Luz, domasi Rp 60.000 per bulan utk SD dan Rp 120.000 per bulan utk SMP dan SMA.

      • no rek. mana ya……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

Read previous post:
10370622_s
Hidup itu Harus Sukses Mulia

Hidup itu harus Sukses & Mulia. Sukses saja atau mulia saja tidak cukup, tetapi gabungan keduanya akan membuat hiduo kita...

Close